Tuesday, April 19, 2016

Entahlah

Hati yang sesak penuh rasa gundah dan rindu. Apa namanya?
Hati yang senang dan bahagia bagai bunga yang merekah di musim semi. Apa namanya?
Jantung yang berdebar tak menentu ketika berdampingan. Apa namanya?
Hati yang sakit seketika jikalau ada yang berbeda. Apa namanya?
Pikiran yang kacau memikirkan sesuatu yang tak pasti. Apa namanya?
Rasa tidak rela yang terselip di hati saat kehilangan. Apa namanya?
Air mata yang jatuh ketika hati disakiti. Apa namanya?
Merasa ada yang hilang ketika tak lagi bersama. Apa namanya?
Memilih bertahan setelah dikhianati. Apa namanya?
Menyesal ketika kata hati tak terpenuhi. Apa namanya?
Tersiksa ketika rindu tak tersampaikan. Apa namanya?
Rasa khawatir yang muncul ketika mendengar kabar yang tak ingin didengar. Apa namanya?

Semua perasaan itu apa namanya?
Suka? Sayang? Butuh? Atau cinta?
Mungkin semacam itu.

Monday, April 18, 2016

Ar-Rahman

فبأيّ ءالآ ء ربّكما تكذّبا
 "Maka nikmat Tuhan mu yang manakah yang kamu dustakan?"

Hari ini, 18 April 2016.
Hatiku bergetar seketika mendengar ayat ini. Aku selalu bertanya-tanya mengapa ayat ini diulang berkali-kali dalam surat Ar-Rahman?
Sekarang aku menyadarinya. Begitu banyak nikmat Tuhan yang telah ku dustakan, tidak bersyukur atas hal kecil yang telah Tuhan berikan, selalu merasa kekurangan setiap saat. Astaghfirullahaladziim.
Nafas yang kita hirup setiap hari adalah nikmat. Waktu yang kita lewati setiap hari adalah nikmat. Sehat jasmani dan rohani adalah nikmat. Bahkan ketika kita sakit pun ada sebuah nikmat dibaliknya.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Seberapa jauh seorang hamba meninggalkannya, Tuhan tak pernah menolak ketika hambanya ingin kembali. Berkali-kali Tuhan dikhianati dan diduakan, maaf-Nya tidak akan pernah habis. Tuhan sering di lupakan, namun Tuhan tidak sungkan mengabulkan doa hambanya yang meminta dengan sungguh. Segalanya telah Tuhan ciptakan untuk hambanya, meski pada akhirnya hanya kerusakan yang hambanya buat. Tuhan tidak pernah menyerah menunjukkan kekuasaan-Nya, meski hanya hirauan yang didapatkan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Tidakkah malu kita sebagai hamba telah mendustai nikmat-Nya? Oleh karena itu..
Jangan lupa bersyukur. Ketika takdir telah ditentukan dan doa bisa dikabulkan, apalagi yang harus dikhawatirkan? Nikmat Tuhan tidak akan pernah berhenti mengalir dalam hidup hambanya.
Bergantunglah pada Tuhan. Satu-satunya Tuhan di seluruh jagat raya ini. Allah SWT.
31 kali ayat ini di ulang dari 78 ayat surat Ar-Rahman. Dan ketika 78 dikurang 31 menghasilkan 47, kita akan menemukan lantunan ayat yang sama pada ayat 47..
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Salam Author

Friday, April 1, 2016

Homesick

April 1st, 2016.

Seindah apapun kota yang sekarang kami singgahi, belum bisa menyaingi kota asal yang penuh dengan kasih sayang.
Sebanyak apapun teman yang mendampingi, belum bisa mengalahkan hangatnya rangkulan keluarga.
Sebahagia apapun kami disini, namun tetap ada serpihan hati yang diselimuti kerinduan.

Ketika waktu terus bertambah, ketika itu pula kami para anak rantau mulai merindu. Rindu akan kehangatan keluarga yang sedang menanti kehadiran kami disana. Ayah dan Ibu selalu gundah! Berharap anaknya hidup dengan baik di tanah orang.
Maka kewajiban kami untuk tidak membuat mereka kecewa.

Suara hati anak rantau :

Ayah... Ibu..
Baik-baik kah kalian disana?
Jangan terlalu lelah.
Jangan membebani diri dengan banyak pikiran rumit.
Jangan khawatirkan kami disini.
Berbahagialah.

Kami disini baik-baik saja.
Kami disini berjuang untuk kalian.
Ketika kami lelah, kasih kalianlah yang mengembalikan semangat kami.
Tunggu kami, kami akan pulang dengan sejuta kejutan untuk kalian.

Hanya satu pinta kami, doakan lah kami disini. Karna doa kalian lah yang mampu membuat semua perjuangan kami menjadi tidak sia-sia.

Welcome April!
Kamu berhasil bikin author homesick for a while hehe 😂. Kangen Mama, Papa, Adik dan semua keluarga yang jauh di sana.

April wish nya author : Semoga di bulan ini, para anak rantau tetap istiqomah untuk meraih tujuan utama mereka! Semangat!

#SaveAnakRantau
Salam author

New Normal, Tetap Update Covid-19 dengan Kumparan :)

"Hal yang paling ditunggu manusia adalah kabar." Begitu kata dosen saya saat tengah mengampu mata kuliah Jurnalistik. Tidak da...