[Tulisan ini terinspirasi dari film berjudul Collateral
Beauty, 2016]
Tentang cinta, waktu dan kematian.
Tiga hal paling berpengaruh dalam hidup manusia.
Howard (tokoh utama dalam film tersebut) mengatakan bahwa
pada akhirnya setiap manusia pasti menginginkan cinta, berharap punya banyak
waktu, dan takut mati.
Namun ternyata, kepergian anaknya membuat ia merasa
dikhianati oleh tiga hal tersebut. Ia kemudian menuliskan surat yang
ditunjukkan pada ketiganya.
Untuk Waktu,
Mereka berkata kau akan menyembuhkan semua luka, tapi mereka
tak menceritakan bahwa kau menghancurkan semua hal indah di dunia. Bagaimana kau
mengubah semua keindahan menjadi abu? Kau tak ada bedanya dengan sepotong kayu
bagiku. Kau adalah jaringan rusak yang tak dapat terurai. Kau bukanlah apa-apa.
Untuk Kematian,
Kau berpergian dengan sangat misterius. Menimbulkan rasa sakit,
menginspirasi rasa takut. Tapi bagiku kau adalah macan kertas. Kau adalah
manajemen kelas menengah yang menyedihkan dan tak punya kuasa. Kau bahkan tak
memiliki izin untuk melakukan jual-beli sederhana.
Untuk Cinta,
Selamat tinggal.
Ia depresi, dan berusaha untuk hidup tanpa memperdulikan tiga hal tersebut.
***
Cinta, waktu dan kematian.
Tiga hal yang sering kali disalahkan, dibenci,
disalah-artikan, disia-siakan, dan disepelekan oleh manusia. Tidak bisa disangkal memang, bahwa manusia dipisahkan oleh kematian, dilupakan karena waktu,
dan dikhianati sebab cinta.
Namun jangan harap kau bisa hidup tanpa ketiganya.
Karena cinta, waktu, dan kematian adalah unsur dari kehidupan.
Manusia lahir karena cinta, tumbuh karena waktu, dan berakhir
karena kematian.
Jadi, apa kau masih ingin memungkiri keberadaan ketiganya? Atau mungkin kau tak peduli dengan ketiganya?
Jangan konyol!
Kau merasakan cinta.
Kau beriringan dengan waktu.
Kau berujung pada kematian.
Itulah hakikat kehidupan.
Kau hanya perlu menghargai ketiganya,
Dan Tuhan akan membiarkanmu melihat keindahan cinta, waktu, dan bahkan kematian.
Selamat malam,
F. Riyani

