Friday, October 28, 2016

Apa Kabar Negerimu Wahai Pemuda?

"Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 Pemuda, niscaya akan kuguncangkan Dunia" - Ir. Soekarno

Halo para pemuda! Masih ingat nama Negeri mu? Bagaimana kabar negerimu? Peduli kah kalian?
Jika para pahlawan yang telah tiada diberi kesempatan untuk hidup kembali, saya yakin pertanyaan itu akan terlontar dari mulut mereka. Lalu apa jawaban kita sebagai pemuda saat ini? Apa yang kita tahu tentang negeri kita sekarang ini? Apa peranmu wahai pemuda? Ingatkah? Mungkin ada beberapa pemuda yang masih sadar akan perannya untuk negeri. Namun hanya sebatas hitungan jari, dari seluruh pemuda yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Sisanya? telah bungkam dan hilang terseret kemewahan zaman.

Pemuda adalah pewaris bangsa, pembawa perubahan. Kita yang akan memimpin negeri ini nantinya. Kita yang diandalkan untuk memajukan bangsa ini. Coba renungkan, setelah 71 tahun Indonesia merdeka, sudah sejauh apa kemajuan Indonesia? Pada nyatanya, negeri ini masih dikategorikan sebagai negara yang berkembang. Negara yang mengikuti negara maju. Mengkiblati budaya mereka dan melupakan budaya lokal. Menelantarkan budaya sendiri hingga di pungut negara lain. Miris. Hancur hati para pahlawan, menangis tiada henti di tempat peristirahatannya.

Seperti kata-kata Ir. Soekarno, ia percaya bahwa pemuda merupakan tumpuan majunya negeri ini. Namun dimana gerakan pemuda saat ini? Tidak pernah terlihat lagi. Kita begitu sibuk memuja perkembangan zaman. Persatuan dan kesatuan mulai pudar, Bhinneka Tunggal Ika mulai tak dikenal lagi, Pancasila hanya tinggal nama, Undang-undang Dasar hanya skenario tak terpakai. Bangunlah pemuda, sadarlah! Negeri mu membutuhkanmu. Jangan biarkan hanya bendera merah-putih yang berkibar. Jangan sia-siakan proklamasi kemerdekaan yang telah dibacakan 71 tahun silam. Jangan hancurkan pengorbanan para pahlawan yang rela mati demi keamanan kita saat ini. Ingat kembali peristiwa tahun 1928, 1945, 1966, 1978 dan 1998. Rasakan penderitaan dan semangat pemuda ketika itu.

Jangan lupakan negeri ini. Tanah tempatmu memijakkan kaki, tempatmu tinggal, tempatmu bertemu orang-orang tercinta. Setidaknya, berbalas-budilah. Jadilah pemuda yang berguna untuk bangsa. Tunjukkan karyamu wahai pemuda. Hadirkan kembali persatuan dan kesatuan. Wujudkan cita-cita bangsa seperti yang tertera dalam pembukaan UUD 1945 yang masih menjadi angan. Hanya harapan yang disemogakan para pendahulu. Ingat sumpahmu wahai pemuda! Harapan Indonesia mengalir dalam darahmu.

SOEMPAH PEMOEDA
KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Malang, 28 Oktober 2016
Tertanda,
Pemuda Pemudi Indonesia.

Tuesday, April 19, 2016

Entahlah

Hati yang sesak penuh rasa gundah dan rindu. Apa namanya?
Hati yang senang dan bahagia bagai bunga yang merekah di musim semi. Apa namanya?
Jantung yang berdebar tak menentu ketika berdampingan. Apa namanya?
Hati yang sakit seketika jikalau ada yang berbeda. Apa namanya?
Pikiran yang kacau memikirkan sesuatu yang tak pasti. Apa namanya?
Rasa tidak rela yang terselip di hati saat kehilangan. Apa namanya?
Air mata yang jatuh ketika hati disakiti. Apa namanya?
Merasa ada yang hilang ketika tak lagi bersama. Apa namanya?
Memilih bertahan setelah dikhianati. Apa namanya?
Menyesal ketika kata hati tak terpenuhi. Apa namanya?
Tersiksa ketika rindu tak tersampaikan. Apa namanya?
Rasa khawatir yang muncul ketika mendengar kabar yang tak ingin didengar. Apa namanya?

Semua perasaan itu apa namanya?
Suka? Sayang? Butuh? Atau cinta?
Mungkin semacam itu.

Monday, April 18, 2016

Ar-Rahman

فبأيّ ءالآ ء ربّكما تكذّبا
 "Maka nikmat Tuhan mu yang manakah yang kamu dustakan?"

Hari ini, 18 April 2016.
Hatiku bergetar seketika mendengar ayat ini. Aku selalu bertanya-tanya mengapa ayat ini diulang berkali-kali dalam surat Ar-Rahman?
Sekarang aku menyadarinya. Begitu banyak nikmat Tuhan yang telah ku dustakan, tidak bersyukur atas hal kecil yang telah Tuhan berikan, selalu merasa kekurangan setiap saat. Astaghfirullahaladziim.
Nafas yang kita hirup setiap hari adalah nikmat. Waktu yang kita lewati setiap hari adalah nikmat. Sehat jasmani dan rohani adalah nikmat. Bahkan ketika kita sakit pun ada sebuah nikmat dibaliknya.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Seberapa jauh seorang hamba meninggalkannya, Tuhan tak pernah menolak ketika hambanya ingin kembali. Berkali-kali Tuhan dikhianati dan diduakan, maaf-Nya tidak akan pernah habis. Tuhan sering di lupakan, namun Tuhan tidak sungkan mengabulkan doa hambanya yang meminta dengan sungguh. Segalanya telah Tuhan ciptakan untuk hambanya, meski pada akhirnya hanya kerusakan yang hambanya buat. Tuhan tidak pernah menyerah menunjukkan kekuasaan-Nya, meski hanya hirauan yang didapatkan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Tidakkah malu kita sebagai hamba telah mendustai nikmat-Nya? Oleh karena itu..
Jangan lupa bersyukur. Ketika takdir telah ditentukan dan doa bisa dikabulkan, apalagi yang harus dikhawatirkan? Nikmat Tuhan tidak akan pernah berhenti mengalir dalam hidup hambanya.
Bergantunglah pada Tuhan. Satu-satunya Tuhan di seluruh jagat raya ini. Allah SWT.
31 kali ayat ini di ulang dari 78 ayat surat Ar-Rahman. Dan ketika 78 dikurang 31 menghasilkan 47, kita akan menemukan lantunan ayat yang sama pada ayat 47..
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Salam Author

Friday, April 1, 2016

Homesick

April 1st, 2016.

Seindah apapun kota yang sekarang kami singgahi, belum bisa menyaingi kota asal yang penuh dengan kasih sayang.
Sebanyak apapun teman yang mendampingi, belum bisa mengalahkan hangatnya rangkulan keluarga.
Sebahagia apapun kami disini, namun tetap ada serpihan hati yang diselimuti kerinduan.

Ketika waktu terus bertambah, ketika itu pula kami para anak rantau mulai merindu. Rindu akan kehangatan keluarga yang sedang menanti kehadiran kami disana. Ayah dan Ibu selalu gundah! Berharap anaknya hidup dengan baik di tanah orang.
Maka kewajiban kami untuk tidak membuat mereka kecewa.

Suara hati anak rantau :

Ayah... Ibu..
Baik-baik kah kalian disana?
Jangan terlalu lelah.
Jangan membebani diri dengan banyak pikiran rumit.
Jangan khawatirkan kami disini.
Berbahagialah.

Kami disini baik-baik saja.
Kami disini berjuang untuk kalian.
Ketika kami lelah, kasih kalianlah yang mengembalikan semangat kami.
Tunggu kami, kami akan pulang dengan sejuta kejutan untuk kalian.

Hanya satu pinta kami, doakan lah kami disini. Karna doa kalian lah yang mampu membuat semua perjuangan kami menjadi tidak sia-sia.

Welcome April!
Kamu berhasil bikin author homesick for a while hehe 😂. Kangen Mama, Papa, Adik dan semua keluarga yang jauh di sana.

April wish nya author : Semoga di bulan ini, para anak rantau tetap istiqomah untuk meraih tujuan utama mereka! Semangat!

#SaveAnakRantau
Salam author

Saturday, February 13, 2016

Under the Rain



Hi guys! Long time no see ya :(

I just have a spare time today. Then I think to write something on this site! 

Now, I’m in Malang already. Yay! Back to my collager’s lifeeee ( actually I pouted when I wrote it wkwk ). Second semester is much harder then the first. Moreover, I get Arabic classes from 2.00 pm until 8.00 pm everydaaaay ( yeah of course except Saturday and Sunday). Hhhh back breaking, isn’t it? 

Malang is rainy recently. So, I get an umbrella in my hand everyday. Everything is difficult when it rains. My shoes always wet! And I’m so lazy to wash them -_-. It’s also difficult to buy foods! But however, rain always looks so beautiful. I like rain! very much much much. I love the smell of it, I love the atmosphere eventhough the sky’s dark.

A few days ago, after my Arabic class, I took some photos in rain. It’s wonderful! With a red umbrella, orange veil, orange batik clothe, long jeans skirt and navy blue shoes, I made pose under the rain hihi ( I feel like a model but I’m not ).  Yeah, I like those photos. Wanna see it? I’ll give you!

Tadaaaa!!
I see you haha.

I love this one! But so sorry, it isn't clear enough :(

I tried pose like a model wkwk

My skirt was wet lol!

Blurrr blurr blur -_-

I also love this one hihi XD


That's all. Is it nice? Just nod your head! wkwk.
Yeah, I've to go. Byeeeee! I'll be back soon.

Dandelion's girl

Tuesday, January 12, 2016

Pesan Author



Laman baru untuk sesuatu yang baru.

Ku akui, otakku tak pernah terampil untuk merangkai kata. Apalah daya! aku bukan seorang sastrawan maupun penulis yang bisa merangkai kata dengan sempurna. Aku hanya seorang gadis yang ingin berbagi cerita kepada setiap orang. Karena kisah hidup tak akan pernah sama antara satu dengan yang lain. Dan inilah caraku untuk membagikannya pada kalian.

Selamat datang! ^^
 
( Blog ini dibuat hanya untuk bersenang-senang. Berisi tentang coretan kisah sang author yang “apa adanya” dan terselip “ada apanya” didalamnya )

Salam Author

Felicia Indriyani

New Normal, Tetap Update Covid-19 dengan Kumparan :)

"Hal yang paling ditunggu manusia adalah kabar." Begitu kata dosen saya saat tengah mengampu mata kuliah Jurnalistik. Tidak da...