Sunday, March 26, 2017

Cinta, Waktu, dan Kematian

[Tulisan ini terinspirasi dari film berjudul Collateral Beauty, 2016]

Tentang cinta, waktu dan kematian.
Tiga hal paling berpengaruh dalam hidup manusia.

Howard (tokoh utama dalam film tersebut) mengatakan bahwa pada akhirnya setiap manusia pasti menginginkan cinta, berharap punya banyak waktu, dan takut mati.
Namun ternyata, kepergian anaknya membuat ia merasa dikhianati oleh tiga hal tersebut. Ia kemudian menuliskan surat yang ditunjukkan pada ketiganya.

Untuk Waktu,
Mereka berkata kau akan menyembuhkan semua luka, tapi mereka tak menceritakan bahwa kau menghancurkan semua hal indah di dunia. Bagaimana kau mengubah semua keindahan menjadi abu? Kau tak ada bedanya dengan sepotong kayu bagiku. Kau adalah jaringan rusak yang tak dapat terurai. Kau bukanlah apa-apa.

Untuk Kematian,
Kau berpergian dengan sangat misterius. Menimbulkan rasa sakit, menginspirasi rasa takut. Tapi bagiku kau adalah macan kertas. Kau adalah manajemen kelas menengah yang menyedihkan dan tak punya kuasa. Kau bahkan tak memiliki izin untuk melakukan jual-beli sederhana.

Untuk Cinta,
Selamat tinggal.

Ia depresi, dan berusaha untuk hidup tanpa memperdulikan tiga hal tersebut.

***

Cinta, waktu dan kematian.
Tiga hal yang sering kali disalahkan, dibenci, disalah-artikan, disia-siakan, dan disepelekan oleh manusia. Tidak bisa disangkal memang, bahwa manusia dipisahkan oleh kematian, dilupakan karena waktu, dan dikhianati sebab cinta.

Namun jangan harap kau bisa hidup tanpa ketiganya.
Karena cinta, waktu, dan kematian adalah unsur dari kehidupan.
Manusia lahir karena cinta, tumbuh karena waktu, dan berakhir karena kematian.

Jadi, apa kau masih ingin memungkiri keberadaan ketiganya? Atau mungkin kau tak peduli dengan ketiganya?
Jangan konyol!

Kau merasakan cinta.
Kau beriringan dengan waktu.
Kau berujung pada kematian.


Itulah hakikat kehidupan. 
Kau hanya perlu menghargai ketiganya, 
Dan Tuhan akan membiarkanmu melihat keindahan cinta, waktu, dan bahkan kematian.

Selamat malam,

F. Riyani

1 comment:

New Normal, Tetap Update Covid-19 dengan Kumparan :)

"Hal yang paling ditunggu manusia adalah kabar." Begitu kata dosen saya saat tengah mengampu mata kuliah Jurnalistik. Tidak da...