Sunday, July 29, 2018

Jasa Cuci Motor Gratis?


"Kami hanya ingin membantu sesama. Dan kami lihat, di sini banyak yang menggunakan sepeda motor. Selain itu, supaya kami bisa bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang juga." Ucap gadis bermata sipit itu.

Beberapa hari yang lalu, gue sama temen gue sedang berkeliling Kota Surabaya pakai sepeda motor. Fyi, gue sedang menjalani internship di salah satu media cetak dan online di Surabaya.
Tepat, jadi wartawan.
Mungkin sebagian dari kalian yang baca bertanya-tanya, kok anak Sastra Inggris magangnya jadi wartawan? Panjang ceritanya. Kalo mau tau, dm ig aja. Hahaha najong!

Tentu, saat itu gue dan temen gue lagi cari bahan buat berita. Dan tiba-tiba aja kita lihat di kiri jalan ada segerombolan orang dengan spanduk bertuliskan 'Cuci Motor Gratis'. Kalau kata dosen gue, mata wartawan itu harus jeli, harus tertuju ke segala arah. Jadi pas lihat ada yang unik dikit, mata langsung ijo. Tanpa basa basi kami pun menghampiri kegiatan itu.

Pas kita masuk, ada satu bule yang bilang 'langsung ke sana saja' sembari menunjuk deretan motor yang sedang dicuci.
Iya, bule.
Tapi kami menolak, bukan karena sombong. Tujuan kami hanya mau wawancara. Sebenarnya bisa sih sambil nunggu motornya dicuci. Cuma takutnya kelamaan, sedangkan kami masih punya satu agenda lagi buat diliput. Lagipula antriannya banyak.

"Oh, kalau mau tanya-tanya sama mbak yang pake baju merah aja mas. Dia yang punya kegiatan." kata seorang bapak-bapak sambil menunjuk gadis berwajah asia di sebrang kami. Kami pun segera menghampiri perempuan itu. Dan bertanya-tanya seputar jasa cuci motor yang mereka tawarkan.
Seorang gadis keturunan Hongkong itu memakai name tag bertuliskan Sister Wu. Ya, itu memang namanya. Bahasa Indonesianya cukup lancar, jadi kami bisa mewawancarainya menggunakan Bahasa Indonesia.

"Kenapa memilih cuci motor gratis mbak?" Tanya kami. Ia menjawab seperti quote yang gue sajikan di awal postingan ini.
Jadi, kegiatan ini memang yang ngadain remaja bule-bule gitu. Mereka merupakan jemaat gereja Yesus Kristus Surabaya. Mungkin semacam remaja masjid kali ya. 
Tak hanya cuci motor gratis, mereka juga membuka kelas Bahasa Inggris gratis, Movie Night, bahkan olahraga bersama. Semua kegiatan itu tak lain dan tak bukan adalah bakti sosial mereka untuk masyarakat sekitar. Tujuannya, seperti yang dibilang Sister Wu. Supaya mereka bisa bertemu dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

Mungkin mereka berusaha membangun relasi. Selaku warga negara asing yang tinggal di negara orang, gak mungkin dong mereka ga bersosialisasi sama warga sekitar. Hitung-hitung juga buat ngelancarin bahasa Indonesia mereka. Dari berbagai macam kegiatan bakti sosial itu, mereka berkenalan dengan banyak orang bahkan hingga bertukar cerita satu sama lain.

Cukup unik sih, apalagi jasa cuci motor gratis ini. Di sore hari, pasti banyak orang yang sepulang kerja merasa lelah dan motornya kotor. Daripada mereka capek nyuci sendiri atau buang duit buat steam, mending memakai jasa ini. Dan sembari menunggu motor mereka dicuci, mereka bisa berkenalan dan mengobrol bersama. Lumayanlah, penat akibat pekerjaan dan perjalanan jadi berkurang.

Entah kenapa, senang rasanya melihat hal kecil semacam itu ternyata banyak juga manfaatnya. Siapa sangka ada yang bahagia dibalik sebuah jasa cuci motor gratis? Meskipun kegiatan ini hanya dilakukan dua minggu sekali, tapi gue yakin bakal ada orang yang datang rutin. Gue, yang gak ikut turut andil, senang juga pas liat para pelanggan puas dan tersenyum senang melihat motor mereka bersih dan kinclong.

Ternyata sesimpel itu ya mencari sebuah kebahagiaan. 
Jadi, bagaimana? Ada niatan memutar otak untuk melakukan hal yang serupa?

No comments:

Post a Comment

New Normal, Tetap Update Covid-19 dengan Kumparan :)

"Hal yang paling ditunggu manusia adalah kabar." Begitu kata dosen saya saat tengah mengampu mata kuliah Jurnalistik. Tidak da...