Di bawah warna jingga langit,
Mereka berkumpul,
Tak memandang usia,
Maupun jenis kelamin.
Yang mereka tahu,
Mereka bahagia.
Dengan mengunggah tawa.
Yang menggelegar terbawa hembusan angin kencang.
Teriakan teriakan kecil sesekali terdengar.
Membuat kekhawatiran sempat bersinggah.
Namun wajah yang dipenuhi sisa sinar mentari itu,
Perlahan membuatnya sirna.
Langkah-langkah mereka terdengar begitu cepat.
Bersatu padu mengiringi kepergian mentari.
Kulit mereka yang terlihat kusam,
Bukan penghalang untuk terus memamerkan deretan gigi.
Diri ini tentram.
Melihat bibit bangsa masih mengenal tawa.
Masih mengenal apa itu bahagia.
Masih mengenal apa itu teman.
F. Riyani


No comments:
Post a Comment