Sunday, October 1, 2017

"Hate Speech"

Halo! Kita bertemu lagi.
Bulan baru dan umur baru bikin gua kepingin buat modif template blog ini. Karena gua baru aja menginjak umur 20 tahun, jadi gua pengen gitu tampilan blog jadi sesuai umur atau terlihat lebih dewasa. Hehehe. Ucapin selamat ulang tahun dong!

Akhirnya... setelah dari kemarin gua nyoba-nyoba template instan, gua agak kurang puas gitu. Dan ujung-ujungnya jadi modif sendiri deh. And.. Taraaaa! Jadi deh kayak sekarang ini ehehe. Oh iya judul blognya juga baru loh. Jadi "Secarik Kertas" (lihat laman about kalo mau tau filosofinya).

Okelah, disini gua bukan mau bahas soal penampilan baru blog gua yang sekarang. Tapi soal Hate Speech. Kenapa?
Ehm, jadi begini ceritanya, beberapa hari yang lalu gua nonton video YouTube Creators for Change-nya kak Gitasav yang judulnya The Hate You Give. Dan entah kenapa, gua rasa itu topik yang bagus buat dibahas.
Hate Speech itu semacam komentar jelek atau bad opinion tentang sesuatu. Di video itu, diperlihatkan bagaimana tanggapan 3 orang ketika diminta buat komen orang-orang yang mereka liat lewat sosial media. Dalam artian, mereka gak kenal dan belum pernah ketemu secara langsung. Kak Gita sengaja menyuguhkan profil orang-orang yang terlihat jelek. Orang tatoan, waria, dan cewek hedon. Ketika 3 orang itu ditanya perihal yang diliatnya, mereka semua berkomentar negatif. Bilang kalau mereka ginilah, gitulah.
Kemudian setelah berkomentar, kak Gita mempertemukan langsung ketiga orang tadi dengan orang-orang yang mereka komen. And you know what? mereka speechless coyyy ketika dihadapkan langsung dengan orangnya. Semacam merasa bersalah gitu kali ya. Karna ternyata mereka gak bisa melakukan hal yang sama setelah ketemu langsung. Mereka akhirnya nyoba buat tanya-tanya kenapa penampilan mereka di sosial media kayak gitu. Dan masing-masing dari mereka punya pendapat dan rasionalisasi sendiri atas pilihan yang mereka ambil.

Gua rasa video kak Gita patut untuk diviralkan. Karena video itu emang merepresentasikan keadaan yang terjadi saat ini. Banyak orang yang menggunakan sosial media sebagai media dimana mereka bisa ngomen orang lain sesuka hati, yang menurut gua gak ada faedahnya sama sekali. Kalo dipikir-pikir, it's like... Ngapain sih lu ngurusin hidup orang? Komen-komen hidup orang? Tau apa sih lu tentang mereka yang baru lu liat di sosial media aja? Setiap orang bebas berekspresi dan berapresiasi kan? Mereka juga belum tentu mengupload hal-hal yang sesuai sama mereka di dunia nyata. Sosial media bisa kok dimanipulasi. Bisa jadi kan, yang terlihat baik taunya buruk, dan yang terlihat buruk taunya baik. Kalau kata salah satu orang di video itu sih, "Nobody's 100% honest".

Setelah gua pikir-pikir, kayaknya banyak orang yang salah paham tentang tujuan dibuatnya sosial media. Sosial media itu dibuat untuk menghubungkan antara satu orang dengan orang lain di luar sana, ya kan? Bukan malah jadi tempat untuk menjatuhkan satu sama lain. Ini salah satu hal kecil yang jarang diaware sama orang-orang. Padahal kalau terus-terusan dibiarin, akan ada beberapa orang yang ngerasain dampak buruknya.
Sebenernya, hate speech itu baik ketika sifatnya mengingatkan. Tapi kadang yang bikin itu jadi salah, hate speechnya bersifat memaksa, bersifat pribadi. Maksudnya, orang ngomen orang lain supaya dia sesuai dengan keinginan si komentator. Padahal setiap orang kan berhak memilih. Emang sih, ketika ada yang salah, kita boleh mengingatkan dan mengomentari. Tapi bukan berarti kita bisa maksa mereka buat berubah sesuai apa yang kita komen, karena setiap orang punya pilihan dan kesempatan. Dan kita gak bisa seenaknya aja menyalahkan atau ngejudge alasan seseorang untuk milih jalannya sendiri. Kita harus terus belajar gimana caranya bertoleransi. Karena dalam hidup gak harus melulu menjunjung persamaan, tapi kita juga harus respect terhadap adanya perbedaan.

Itu aja sih tanggapan gua.
Bukan mau jadi sok bijak atau sok tau dan segala macem. Gua juga pernah kok, tanpa sadar, melakukan hate speech. Dan gua sadar kalo itu salah. Jadi jangan berhate-speech setelah baca tanggapan gua yang mungkin agak 'sok' ini. Karena gua cuma mau berpendapat. Masalah kalian setuju atau engga, It's up to you. But I respect for it :)



No comments:

Post a Comment

New Normal, Tetap Update Covid-19 dengan Kumparan :)

"Hal yang paling ditunggu manusia adalah kabar." Begitu kata dosen saya saat tengah mengampu mata kuliah Jurnalistik. Tidak da...